Kabupaten Tanah Laut adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Pelaihari. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.149,75 km² . Motto ” Tuntung Pandang” (bahasa Banjar), maskot fauna daerah adalah “kijang emas”.Suku asli adalah suku Banjar dan suku Dayak Bukit di desa Bajuin. Suku bangsa di kabupaten ini antara lain: Suku Banjar, Suku Jawa, Suku Bugis, Suku Madura, Suku Bukit, Suku Bakumpai, Suku Mandar dan Suku Sunda.
Sebagian besar mata pencaharian penduduk Tanah Laut adalah bertani, begitu juga dengan warga Batu Ampar. Salah satu tanaman unggulan didaerah ini adalah jagung. Banyak petani di Batu Ampar yang sukses karena menanam jagung. Petani jagung di sini telah menggunakan bibit jagung hibrida kualitas unggul. Adanya kelompok-kelompok tani lebih memudahkan para petani untuk mendapatkan bibit. Di Kecamatan Batu Ampar sendiri terdapat lebih dari 10 kelompok tani jagung. Disini para petani dapat saling bertukar informasi dan menyelesaikan setiap masalah-masalah yang dihadapi.
Dalam setahun biasanya para petani dapat melakukan 2 kali musim tanam, untuk musim tanam yang pertama biasanya pada awal-awal musim penghujan tiba. Untuk musim tanam yang kedua biasanya petani menanam jagung ketika masih sering terjadi hujan. Hasil yang didapat pada musim tanam pertama biasanya cukup lumayan bagus. Karena jenis tanaman jagung adalah jenis tanaman yang hidup di ladang tetapi sangat membutuhkan air untuk proses pertumbuhan yang optimal dan proses berbuah. Ketika buah mulai muncul tanaman ini membutuhkan air yang cukup untuk proses pembentukan buah yang optimal, bila air yang dibutuhkan tidak mencukupi, biasanya buahnya menjadi kecil-kecil. Kejadian seperti ini seringkali membuat petani jagung merugi. ketika musim panen kedua sering terjadi kejadian seperti ini, di mana produksi jagung yang dihasilkan tidak optimal dikarenakan sedikitnya curah hujan yang ada. Selain masalah kurangnya curah hujan, biasanya pada musim tanam kedua banyak terjadi serangan hama tikus.
Petani jagung di Batu Ampar biasanya memanen jagung setelah jagung berumur tua dan kering di pohon. Setelah selesai melakukan panen, jagung yang masih utuh dengan tongkolnya lalu dibawa pulang untuk dipipil menggunakan mesin pemipil jagung. Bila jagung yang dipanen sudah cukup kering maka petani bisa langsung menjual hasil panen kepada pembeli/pengumpul jagung yang ada di masing-masing desa. Apabila jagung yang dipanen belum begitu kering dan masih sedikit basah biasanya petani mengeringkannya terlebih dahulu dengan alat oven jagung yang di miliki oleh kelompok tani yang ada di desa.
Pasar jagung di Batu Ampar masih di kuasai oleh broker-broker lokal. Hal ini mengakibatkan harga jagung masih menjadi monopoli broker lokal. Walaupun di kabupaten Tanah Laut itu sendiri telah ada pabrik pakan ternak yang menggunakan bahan dasar jagung. Bila dibandingkan dengan harga pupuk yang semakin melambung tinggi dan sulit didapatkan, maka keuntungan petani pada tiap tahunnya berkurang. Oleh karena itu para petani di sini membutuhkan banyak pasokan-pasokan pupuk dengan harga yang agak murah. Selain itu adanya pembeli-pembeli dari luar yang berani membeli hasil panen jagung dengan harga yang cukup tinggi atau standar dengan harga pasar sangat dibutuhkan.
BIBIT KARET
- Akar tunggang OMT dipotong dan disisakan ±35 cm atau disesuaikan dengan panjang polibag, sedang akar lateral dipotong hingga tinggal 2 cm.
- Polibag ukuran 30 cm x 50 cm dilubangi (12 lubang) kemudian diisi tanah permukaan atas kurang lebih setengahnya. Stum okulasi diletakkan tegak lurus di dalam polibag kemudian diisi kembali dengan tanah sampai penuh. Leher akar harus terletak di bawah permukaan tanah. Selanjutnya tanah dipadatkan agar tidak terdapat rongga di sekitar permukaan akar.
- Polibag diatur dalam barisan dengan mata okulasi menghadap ke arah yang sama. Barisan dibuat kelompok-kelompok dengan lebar 5-10 polibag dan panjang 50-100 polibag. Antarbarisan diberi jarak untuk memudahkan pemeliharaan, seperti menyiang rumput atau gulma, mewiwil tunas-tunas aksiler yang tumbuh baik pada batang bawah maupun pada batang atas, memberantas hama dan penyakit bila ada, memupuk, dan menyiram bila tidak ada hujan.
- Bibit dalam polibag dipelihara sampai tumbuh 2-3 payung daun atau 3-4 bulan, selanjutnya bibit siap dipindah ke lapangan.
- Penyiraman dilakukan apabila tidak ada hujan. Oleh karena itu bibit dalam polibag harus diletakkan dekat sumber air baik itu sungai, sumur atau air irigasi untuk memudahkan penyiraman.
BUDIDAYA NILAM
A. PENDAHULUAN
Tanaman Nilam sudah mulai dibudidayakan oleh para petani di Kecamatan Batu ampar. Melalui kelompok-kelompok tani, mereka meminta bantuan bibit-bibit nilam kepada Dinas pertanian & Dinas perkebunan untuk di kembang biakan. selain itu ada juga masyarakat yang telah memulai budidaya nilam secara sendiri-sendiri, tanpa bantuan dari dinas.
Dengan adanya CTC Batu Ampar sangat membantu para petani dalam upaya membudidayakan tanaman nilam. Untuk membuat proposal permohonan bantuan bibit nilam petani tidak perlu lagi pergi jauh-jauh untuk membuatnya. Petani bisa mengetik/membuat sendiri di CTC Batu Ampar, selain itu petani juga bisa memperoleh informasi dari internet bagaimana cara budidaya nilam, harga tanaman nilam, cara membuat minyak nilam Ataupun peluan-peluang pertanian yang lain.
B. EKOLOGI
Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian optimal 10-400 mdpl, curah hujan antara 2500 – 3500 mm/th dan merata sepanjang tahun, suhu 24 – 280C, kelembaban lebih dari 75%, intensitas penyinaran matahari cukup, tanah subur dan gembur kaya akan humus.
C. PEMBIBITAN
- Stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah, berdiameter 0,8-1,0 cm, + 15-23 cm dan paling sedikit 3-5 mata tunas
- Siapkan bedengan persemaian, ukuran lebar 1,5 m, tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan, parit selebar 30-40 cm dan dalamnya + 50 cm
- Tanah bedengan diolah sampai gembur dicampur pasir dengan perbandingan 2:1 dan selanjutnya diberi pupuk kandang matang yang telah dicampur Natural GLIO (1 sachet Natural GLIO + 25-50 kg Pupuk Kandang)
- Buat naungan menghadap ke timur dengan ketinggian 180 cm timur dan 120 cm barat, letakkan daun kelapa atau alang-alang di atas para-para.
- Stek ditanam posisi miring, bersudut 450 sedalam 10 cm dan jarak tanam 10 x 10 cm
- Siram dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10 – 15 liter air.
- Setelah umur 3-4 minggu bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan (2-4 hari) sebelum bibit dipindah semprot POC NASA (3-4 tutup/tangki).
D. PENGOLAHAN LAHAN
- Lahan dibersihkan dari jenis rumput-rumputan, kayu-kayuan dan semak belukar.
- Tanah dicangkul atau dibajak serta digaru
- Buat parit-parit pembuangan air lebar 30-40 cm dan dalamnya 50 cm
E. JARAK TANAM
- Dataran rendah yang tanahnya subur 100 x 100 cm, tanah yang kandungan liatnya tinggi 50 x 100 cm
- Pada tanah lipatit, 75 x 75 cm
- Tanah berbukit dengan mengikuti garis contour 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm
F. PENANAMAN
~ Secara tidak Langsung
- Bibit stek dicabut dari persemaian umur 3-4 minggu, bila akar terlalu panjang sebaiknya dipotong supaya tidak mudah terserang busuk akar. – - – Setiap lubang tanam ditanami 1-2 bibit stek
~Secara Langsung
- Tanam stek secara langsung di lahan 2-3 stek per lubang tanam
Catatan : Akan lebih baik pada penanaman secara langsung, sebelum di tanam stek direndam dulu dalam POC NASA (1-2 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup ) per 5 -10 liter.>
G. PEMUPUKAN
Pemupukan dengan cara melingkar di sekililing pangkal tanaman
H. PENYULAMAN
Penyulaman dilakukan satu bulan setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati atau kurang normal
I. PENYIANGAN
Dilakukan 2 bulan setelah tanam atau saat tanaman mencapai tinggi 20-30 cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Selanjutnya setiap 3 bulan sekali
J. PEMANGKASAN
Penjarangan dan pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam. Penjarangan dengan mencabut tanaman yang jaraknya terlalu rapat. – Pemangkasan pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya, yaitu pada cabang dari tingkat tiga ke atas. Untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru, sebaiknya dalam tiap rumpun dibiarkan satu cabang saja yang tumbuh dan semprot dengan POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1-2 tutup) setelah pemangkasan.
K. PEMBUMBUNAN
Dilakukan setelah panen, cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen dan letaknya dekat dengan tanah ditimbun di dekat ujungnya setinggi 10-15 cm. Sedang cabang-cabang yang letaknya jauh dari tanah dipatahkan di bagian ujungnya, tetapi tidak terputus dari batangnya, sesudah itu bagian yang patah ditimbun dengan tanah.
L. PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
1. H a m a
a. Ulat Penggulung Daun (Pachyzaneba stutalis)
Ulat hidup dalam gulungan daun muda, sambil memakan daun yang tumbuh, serangan berat hanya tinggal tulang-tulang daun saja. Pengendalian : kumpulkan dan musnahkan .
b. Belalang ( Orthoptera )
Hama ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Serangan berat batang dimakan akhirnya mati. Pengendalian : sanitasi lingkungan .
c. Criket Pemakan Daun (Gryllidae)
Memakan daun muda sehingga daun berlubang-lubang dan produksi turun. Pengendalian : sanitasi lingkungan.
2. Penyakit
a. Budok (hoprosep)
Penyebabnya adalah virus, gejala daun keriting, berwarna abu-abu dan rontok, terbentuk benjolan-benjolan pada batang sampai akar bila dipijit baunya tidak enak. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen. Pengendalian : sanitas kebun, Alat-alat kerja steril.
b. Penyakit Busuk Batang
Penyebabnya jamur Fusarium sp. dan menyerang pada akar atau batang. Batang terserang akan mengerut, warna berubah coklat lalu menghitam disekeliling batang dan akhirnya mati. Pengendalian : kurangi kelembaban dengan cara dipangkas, hindari luka, gunakan Natural GLIO + SUPERNASA. Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki
M. PANEN DAN PASCA PANEN
- Panen dapat dilakukan pada umur 6 – 8 bulan setelah tanam
- Semua bagian tanaman nilam, yaitu akar, batang, cabang dan daun mengandung minyak atsiri
- Alat yang digunakan sabit, gunting, atau parang yang tajam dan bersih
- Panen pertama, bagian yang boleh dipangkas adalah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas, sedang cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan
- Selesai panen pertama, bila cabang-cabang pertama jauh dari tanah dirundukkan tetapi tidak putus kemudian ditimbun tanah pada setiap tunasnya
- Setelah tanaman umur 9 bulan, tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen pertama, sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakan baru.
- Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12, 15, 18, 21, 24 , dst
- Panenan daun nilam dipotong-potong + 3-5 cm kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air 15 % kemudian di suling.



Dear,
Saya sedang berusaha untuk memulai membuka kebun dengan tanaman Nilam di antara Karet yang sudah berumur 3 tahun, apakah ini cocok atau bagaimana?
Pengembangan saya ke depan, beberapa keluarga juga ingin mengikuti yang saya lakukan, akhirnya kami bersepakat untuk membuat kelompok tani aja.
Jika kami ingin mengajukan proposal bantuan Bibit atau juga Dana barangkali, seperti apa caranya? mungkin kami bisa diberi contoh proposal tsb.
Demikian dan terima kasih,
Nor
Saya mau tanam nilam,Berapa kira2 modal yang dperlukan untuk usaha penanaman pohon nilam
Tolong kirimkan analisis dan budidaya sereh wangi untuk menghasilkan minyak atsiri